Rosyid Aziz, Pengusaha Properti Syariah yang Sukses Besar

Bagi Anda yang terjun dalam dunia properti syariah tentu saja mengetahui dengan baik siapa itu Rosyid Aziz.  Pasalnya ia merupakan salah satu penguasaha properti yang sangatlah sukses dalam bidang tersebut. Saat ini Rosyid yang lahir  pada 29 November 1977 di Rembang, Jawa Tingah ini merupakan CEO Properti Syariah dan pemilik Al-Azhar Group. Kesuksesannya dalam bidang properti tidak hanya dalam satu sektor saja tetapi juga dalam beberapa sektor mulai dari penerbitan, percetakan, bisnis syariah, furniture meubeler, rumah madu, trading dan training serta coaching syariah business.  Kesuksesan luar biasa yang diraih oleh Rosyid ini tidaklah mudah dicapainya karena sejak kecil  ia sudah berjuang  keras. Untuk itulah menyimak bagaimana perjalanan seorang Rosyid dalam usaha properti syariah akan sangatlah menarik termasuk untuk mengenalnya lebih dalam. Dari situ Anda bisa mengambil banyak  pembelajaran yang berguna dalam kehidupan seperti halnya situs web washingtonunitedformarriage.

Profil Singkat Royid Aziz

Tentu saja ketika Anda hendak mengambil pembelajaran dari kisah perjalanan yang dipunyai Rosyid di bidang usaha properti syariah yang dipunyai, harus terlebih dahulu mengenal secara lebih jauh siapa itu Rosyid.  Rosyid sendiri bukan berasal dari keluarga mapan karena  orang tuanya berekomi pas-pasan dengan harus membiayai 9 orang anaknya hanya dengan berjualan soto dan rokok dengan beberapa usaha serabutan lainnya.  Akhirnya, mau tidak mau Rosyid yang walaupun merupakan anak paling bungsu ikut membantu kedua orang tua dalam mencari nafkah dengan berjualan sejak dini. Selain itu,  agar dirinya bisa bersekolah dan meningkatkan perekonomian keluarganya, Rosyid akhirnya bertenak hewan seperti burung dara, kelinci dan juga ayam.  Walaupun hasil ternaknya tersebut sering kali dimakan sendiri bagi keluarganya tetapi juga terkadang dijual untuk mendapatkan uang. Dari informasi yang didapatkan sudah bisa disimpulkan bahwa Rosyid  sudah terbiasa sejak kecil  untuk bekerja keras dan merlawan relitas yang dihadapinya untuk merubah nasib menjadi lebih baik.

unsplash.com

Sesudah lulus  dari SMA 1 Lasem, Rosyid Aziz memberanikan dirinya untuk merantau ke Jogja dengan keenam temannya. Motivasinya adalah untuk bisa mengikuti bimbingan belajar agar bisa berkuliah di universitas terbaik di Indonesia. Usahanya untuk bisa berkuliah ini tidaklah mudah karena  ia bersama keenam temanya  mengalami keterbatasan modal sehingg harus menywa kos-kosan dengan biaya dahulu 10 ribu per bulannya.  Hal tersebut juga membuatnya melakukan hal nekad untuk menjadi penumpanggelap di sebuah bimbingan belajar Jogjakarta.  Untuk makan selama perantauannya di Jogja, Rosyid  sangatlah berjuang karena dirinya memasak sendiri dengan nasi sayur lauk pauk seadanya seperti tempe.  Hasil dari perjuangannya  di jogja membuahkan hasil yakni dirinya diterima di Institute Pertanian Bogor (IPB). Orang tuanya tentu saja bangga dengan pencapaian anaknya ini  dan berusaha keras dengan berhutang untuk membayar biaya kuliah yang tidaklah sedikit.

Dalam perjalannya berkuliah di IPB, Rosyid sempat tinggal gratis selama beberapa bulan di pesantren Bogor. Ia juga bekerja paruh waktu menggunakan spedanya untuk mengedarkan majalah dan koran di perumahan dosen di pagi hari. Rosyid juga berdagang untuk mencukupi kebutuhannya selama hidup dan berkuliah di Bogor. Tidak jarang ia membawa barang dagangannya untuk dijajakan ke teman-temannya.   Sore harinya setelah siangnya dirinya kuliah, ia menghabiskan waktunya untuk belanja buah dan dipotong agar bisa dijual di hari berikutnya. Mempunyai kebiasan dan pekerjaan berdagang ataupun menjalankan usaha yang banyak tidak mengecilkan niat Rosyid, justru ia lebih bersemangat lagi agar mampu menghasilkan lebih banyak uang halal dari dirnya sendiri.

unsplash.com

Perjalanan Karir  dan Usaha Rosyid

Sejak menjalankan usaha berdagangnya, Rosyid Aziz selalu mementingkan aspek kehalalan dalam agama Islam.  Hal inilah yang memotivasinya untuk mengkaji islam selama lebih mendalam di masa perkualiahan yang ditempuhnya sembari berdagang.  Rosyid mendalami berbagai masalah ummat lalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyelesaikannya. Pada bisang wirausaha yang begitu digemari oleh Rosyid, ia mewujudkan tindakannya nyatanya dengan patron dirinya sendiri.  Ia ingin dikenang tidak hanya sebagai pengusaha biasa saja tetapi  sebagai pengusaha yang dermawan, ahli sedekah, ahli jannah, ahli zakat dan ahli ibadah. Singkatnya Rosyid tidak hanya ingin kaya semata tetapi ia tetap ingin bermanfaat  dan menguntungkan bagi umat islam dengan menjalankan usaha berbasis ajaran Islam.

Rosyid pun akhirnya  ingin untuk berjualan buku dan langsung terjun sebagai produsennya.  Awalnya ia hanya  memproses berbagai tulisan yang dipunyai Ustadznya untuk dijadikan sebuah buku sederhana. Buku tersebut  akhirnya diperbanyak dan dijual hanya dengan harga seribu rupiah saja dahulu.  Mulai dari saat tersebut, Rosyid kemudian semakin menguatkan tekadnya untuk berjualan buku.  Akhirnya dimana saja terdapat majilis ta’lim ataupun berbagai acara berbau keislaman yang terdapat di Bogor, ia akan mengelar tikar untuk berjualan buku. Tindakannya ini dimulai sejak tahun 1999 dan berhasil sukses hingga saat ini merambah ke berbagai sektor menjanjikan. Hasilnya adalah  Rosyid pun berhasil berubah, bukan lagi menjadi penjual buku yang menggunakan tikar saja tetapi seorang multiprenuer dengan usaha yang banyak dan terjamin halalnya.  Saat ini Rosyid dikenal sebagai CEO Properti Syariah dan pemilik Al-Azhar Group yang begitu demawan dengan ciri khasnya yang selalu mengedepannya hukum Islam.