Dari Penjual Keliling Hingga Duduk di Kursi Presiden: Kisah Presiden Erdogan

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan lahir di Rize, sebuah kota kecil di pantai Laut Hitam Turki pada tanggal 26 Februari 1954. Presiden Erdogan mengawali karirnya dalam bidang politik pada 27 Maret 1994 dan menjadi Walikota Istanbul, kota terbesar di Turki pada usia 40 tahun.

Sejak Turki berada di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan, Turki bangkit secara dramatis. Di bawah Erdogan, pembangunan Turki kian bergeliat dalam berbagai bidang termasuk ekonomi dan pendidikan yang semakin maju.  Tidak hanya itu, militer Turki pun semakin kuat dengan penguatan alustita yang canggih.

 

Dari sekian pencapaian Erdogan sebagai presiden, dirinya memiliki kisah yang menarik ketika kecil hingga kini duduk di kursi presiden.

 

Menjadi Penjual Keliling

Presiden Turki ini berasal dari keluarga miskin yang tinggal di pedesaan, dan latar belakang ini menarik bagi sebagian besar orang Arab. Keluarganya pindah ke Istanbul untuk mencari kehidupan yang layak.

 

Sebagai seorang anak, Erdogan terpaksa bekerja sebagai penjual keliling di gang-gang kumuh di Istanbul menjual semangka dan roti Turki yang disebut “Simit,” sehingga ia dapat membantu ayahnya dan keluarganya, dan memiliki martabat dalam hidup.

 

Menjadi Pemain Sepak Bola

Sebelum melanjutkan ke Unviersitas Marmara untuk belajar ekonomi dan bisnis, Erdogan belajar di sekolah agama, Sekolah Imam Hatip. Pada usia 16 tahun, Erdogan menjadi pemain sepak bola semi profesional dan bekerja di perusahaan angkutan kota Istanbul.

 

Namun, karier sebagai pemain sepak bola terpaksa berhenti setelah terjadi kudeta militer pada 12 September 1980. Setelah itu ia bekerja di sector swasta, dan pada 1982 menjalani wajib militer sebagai seorang perwira dengan tugas khusus.

 

Menjadi Wali Kota Paling Populer

Erdogan mulai terjun ke dunia politik bersama Partai Keselamatan Nasional (Milli Selâmet Partisi) yang Islamis, di bawah pimpinan Necmettin Erbakan. Pada 1985 Erdoğan menjadi ketua Partai Kesejahteraan di Provinsi Istanbul. Pada pemilu lokal pada 27 Maret 1994, Partai Kesejahteraan menjadi partai terbesar di Turki untuk pertama kalinya, dan Erdoğan menjadi wali kota Istanbul Raya serta Presiden dari Dewan Metropolitan Istanbul Raya.

 

Sebagai wali kota Istanbul, ia menjadi terkenal karena ia seorang administratur yang efektif dan populis, membangun prasarana dan jalur-jalur transportasi Istanbul dan pada saat yang sama memperindah kota itu. Dalam prosesnya ia menjadi politikus Turki yang paling populer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *