Para Guru Harus Tahu Pengaruh Media Sosial Terhadap Pelajar

 

 

Pelajar dipercaya sebagai pihak yang akan meneruskan masa depan bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik. Itulah sebabnya orang tua dan tentu saja para guru harus mampu mempersiapkan mereka untuk menerima amanah besar tersebut. Sayangnya misi tersebut jelas tidaklah mudah mengingat begitu banyaknya tantangan yang dihadapi. Salah satu yang paling tampak sekarang ini adalah pengaruh media sosial terhadap pelajar, terutama pengaruh buruknya. Pasalnya di masa sekarang ini hampir bisa dipastikan bahwa semua pelajar telah menggunakan media sosial dengan berbagai jenis. Sayangnya pengawasan terhadap mereka dalam mengakses media sosial itu dirasa amat sangat kurang sehingga berpotensi terperosoknya mereka karena pengaruh negatifnya.

Pengaruh Media Sosial Terhadap Pelajar Yang Wajib Diketahui

Sebetulnya memang harus disadari juga bahwa media sosial memiliki banyak sekali manfaat yang jelas positif untuk pertumbuhan dan perkembangan pelajar. Misalnya diantaranya yaitu dapat membuat mereka belajar berinteraksi dengan dunia yang lebih luas bahkan hingga pada skala global. Dengan demikian pemikiran mereka dapat terpicu untuk lebih terbuka menghadapi berbagai bentuk interaksi sosial di dunia nyata nantinya. Selain itu juga secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan penggunaan IT di kalangan pelajar, karena mau tidak mau mereka harus mampu menggunakan perangkat IT untuk dapat mengakses media sosial. Apalagi jika ingin menyajikan sesuatu yang menarik, unik bahkan tampil beda maka mereka akan secara mandiri mengeksplorasi berbagai hal di dalam maupun di luar fitur media sosial terkait yang jelas berkaitan dengan IT pula.

Sayangnya hal-hal positif atau manfaat positif seperti disebutkan tadi harus dibarengi dengan beberapa hal negatif yang jelas amat sangat tidak diinginkan oleh siapapun juga, terutama oleh guru dan tentu saja orang tua. Pengaruh buruk itu sendiri tak jarang menjadi penghambat prestasi belajar mereka di dunia pendidikan sehingga justru menjauh dari harapan yang dibebankan kepadanya. Adapun beberapa pengaruh media sosial terhadap pelajar dari sisi negatifnya antara lain sebagai berikut.

  1. Waktu yang tersita

Banyak sekali orang tua dan guru yang mengeluh terkait waktu para pelajar yang tersita hanya untuk mengakses media sosial. Hal ini sebetulnya sudah dapat diprediksi mengingat angka rata-rata waktu yang dihabiskan para pelajar untuk mengakses media sosial setiap harinya selalu meningkat setiap tahun. Dari yang awalnya hanya sekitar 2 jam saja perhari, kini setidaknya 4 jam setiap hari mereka menghabiskan waktu mereka untuk sekedar mengakses media sosial saja. Padahal apa yang diakses melalui media sosial itu bukanlah suatu hal yang krusial untuk diakses karena sebagian besar hanya menampilkan daily life rekan-rekan mereka maupun selebritas idola mereka.

  1. Kepercayaan diri yang menurun

Adanya media sosial pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dari penggunanya karena tidak perlu melakukan tatap muka, melainkan interaksi cukup dari gadget yang digunakan saja. Tetapi yang terjadi kini justru sebaliknya terutama bagi pelajar, pasalnya mereka melihat banyak orang yang tampak lebih hebat darinya dalam berbagai hal sehingga akan menimbulkan rasa insecure dalam dirinya yang berujung pada penurunan rasa percaya diri. Hal ini memang dapat disiasati dengan pendampingan yang intens dari orang tua maupun guru dan menjadikannya motivasi untuk dapat menyamai atau bahkan melampaui apa yang dilihatnya di media sosial. Tetapi tentu butuh effort lebih supaya hal tersebut dapat terwujud dan berlaku bagi semua pelajar yang mengalami hal demikian.

  1. Terjadinya cyber bullying

Cyber bullying alias perundungan digital merupakan bentuk baru dari aksi perundungan yang dilakukan oleh para pelajar dimanapun di dunia ini. Pasalnya para pelaku perundungan justru merasa lebih bebas dalam melakukan aksi perundungan karena seolah tidak dilakukan secara langsung. Padahal efek yang dihasilkan tak kalah mengerikan mulai dari sekedar membuat gelisah hingga aksi bunuh diri. Itulah sebabnya wajar jika pelaku perundungan terhadap pelajar perlu mendapat perhatian lebih karena selain korbannya adalah pelajar, tidak jarang pelakunya juga pelajar yang biasanya merupakan temannya sendiri. Karena dengan perhatian lebih harapannya dapat mencegah aksi serupa kembali terjadi baik untuk korban yang sama maupun untuk pelajar lainnya agar tak mengalami perundungan.

Counter Attack Terhadap Media Sosial Untuk Pelajar

Kiranya para guru dan orang tua harus melakukan counter attack alias serangan balik terhadap media sosial di kalangan pelajar. Maksudnya serangan balik adalah memutar dampak-dampak negatif yang ada untuk dijadikan dampak positif. Misalnya seperti contoh di atas dimana salah satu pengaruh media sosial terhadap pelajar yang buruk adalah menurunnya kepercayaan diri. Serangan balik yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan kondisi kepercayaan diri yang sedang menurun itu sebagai salah satu bahan mengajarinya tentang dinamika kehidupan. Dengan demikian pesan yang akan didapatkan oleh mereka akan jauh lebih bermakna karena benar-benar sedang mereka rasakan. Memang perlu direncanakan dengan matang tentang apa yang harus disampaikan, karena jika kurang tepat maka sangat mungkin dapat membuatnya semakin hilang rasa percaya dirinya. Sebagai penutup jangan lupa untuk ikuti beragam informasi menarik di Kang Sandi, karena di sanalah berbagai pembahasan menarik akan diangkat.